o

o
Showing posts with label INTERNASIONAL. Show all posts
Showing posts with label INTERNASIONAL. Show all posts

Monday, May 7, 2018

Beri Kejutan, Nicki Minaj Rilis MV 'Chun-Li' dan 'Barbie Tingz' Sekaligus


Nicki Minaj resmi kembali ke dunia musik setelah merilis dua single pada bulan lalu, "Chun-Li" dan "Barbie Tingz". Tak hanya single, untuk urusan video musik, ternyata Nicki juga merilis keduanya dalam waktu yang bersamaan.

Seperti biasanya, Nicki lagi-lagi memadukan pop dan hip-hop, namun tentunya dengan sentuhan yang berbeda pada masing-masing lagu. Tak hanya itu, tampaknya Nicki juga ingin menunjukkan orisinalitas dirinya sebagai rapper wanita paling hebat melalui dua single ini.

Menariknya, video yang dirilis pada Kamis (4/5) ini disutradarai sendiri oleh Nicki dengan bantuan dari Giovanni Bianco. Secara konsep, tidak heran kalau videonya dipenuhi dengan warna-warna cerah dan berani.

Dalam video "Barbie Tingz", Nicki tidak segan-segan untuk memamerkan tubuh indahnya dalam balutan berbagai busana seksi. Dengan latar putih terang, rapper wanita ini membawakan lagunya secara riang. Video ini juga menampilkan Nicki yang tampak mengenakan gaun era Victoria dan dikelilingi empat wanita bertopeng dengan busana senada.




Sedangkan "Chun-Li" mengusung konsep yang lebih rumit. Disutradarai Steven Klein, konsepnya mengadopsi aspek sinematis sebuah film. Di dalamnya Nicki memerankan seorang femme fatale, lengkap dengan tampilan fierce dan dua sanggul bulat yang menjadi ciri khas Chun-Li, karakter dari video game "Street Fighter" yang menjadi inspirasi lagu tersebut.

Sepanjang lagu, Nicki membandingkan dirinya dengan karakter Chun-Li. Seolah menggambarkan bagaimana Nicki menjadi salah satu rapper wanita pertama yang mendominasi industri hip-hop.



Dalam sebuah wawancara dengan Zane Lowe di "Beats 1 Radio", Nicki mengungkapkan bahwa albumnya ini akan menjadi yang terbaik dari karyanya sebelumnya. "Aku ingin memastikan bahwa aku menulis sesuatu yang berarti bagiku, dan itu akan menginspirasi serta memukau penonton. Tapi yang paling penting, aku hanya ingin bersenang-senang lagi," ujar Nicki.

Nicki juga mengungkapkan bahwa ia vakum dari media sosial karena ingin memusatkan perhatiannya untuk membuat album. "Aku ingin pergi ke studio dan bersenang-senang tanpa memberi tahu tentang ini. Aku benar-benar menarik diri dari semua media sosialku dan itu adalah keputusan paling jenius yang pernah kubuat," pungkas Nicki.

Dengan rilisnya kedua video ini, bukan hal yang mustahil jika performa "Barbie Tingz" dan "Chun-Li" di tangga lagu akan meningkat pesat. Apalagi Nicki dijadwalkan menjadi bintang tamu di acara "Saturday Night Live" pada 19 Mei mendatang dan menyanyikan lagu tersebut secara perdana.

sc: wowkeren

Saturday, May 5, 2018

Selena Gomez Pamer Gaya Rambut Baru, Begini Komentar Justin Bieber


Saat ini, Justin Bieber dan Selena Gomez memang tengah break. Namun rupanya, hal itu tak menjadi alasan bagi Justin untuk berhenti memperhatikan pelantun "Wolves" tersebut.


Baru-baru ini, musisi asal Kanada tersebut terbukti diam-diam memperhatikan Selena. Pasalnya, pelantun "Sorry" itu memuji potongan rambut terbaru Selena yang sempat diunggah di akun Instagram miliknya. Bahkan Justin menyebut gaya rambut Selena membuatnya terlihat semakin seksi.


"Justin belum pernah bertemu langsung dengan Selena sejak potongan rambut terakhirnya. Tapi ia melihat foto terbarunya dan mengatakan bahwa Selena sangat seksi, dia sangat suka dengan poninya," ungkap seorang sumber dilansir Hollywoodlife pada Sabtu (5/5).




Source: Instagram


Sumber tersebut juga menegaskan bahwa Justin akan selalu mencintai Selena dan memperhatikannya meskipun saat ini keduanya tak lagi bersama. "Mereka mungkin tidak bersama saat ini, tapi tak menghentikannya (Justin) untuk terus memerhatikan apa yang Selena lakukan. Apapun yang terjadi Justin akan selalu mencintai dan menghormatinya," lanjut sumber itu.


Belakangan ini, Selena memang sering bereksperimen dengan gaya rambutnya. Tak jarang musisi asal Texas tersebut memamerkannya di akun media sosial miliknya. Menariknya, seorang sumber lain menyebut jika keputusan Selena yang sering gonta-ganti gaya rambut ini ada kaitannya dengan Justin.


"Sejak putus dengan Justin dia telah berulangkali memikirkan untuk kembali bersamanya atau tidak," ungkap sumber itu. "Dan sesekali Selena merasa tak berdaya untuk mengendalikan pikiran dari emosinya. Tapi rambutnya adalah sesuatu yang bisa Selena kendalikan."


Di sisi lain, sebenarnya tidak mengherankan jika Justin masih memiliki ketertarikan pada Selena. Hal ini lantaran hubungan keduanya memang telah berkali-kali putus-nyambung dalam beberapa tahun terakhir.


Bagaimanapun kedua penyanyi muda ini sepertinya tengah menikmati waktu kesendirian mereka dan kesibukan masing-masing. Kebersamaan Justin dan Selena sendiri belum terungkap lagi sejak keduanya memutuskan berpisah pada Maret lalu.









Tuesday, May 1, 2018

Komunitas Bumi Datar Inggris Gelar Konvensi, Bahas Apa?


Komunitas yang mempercayai Bumi datar kembali melakukan pertemuan. Kali ini, pertemuan dilakukan oleh komunitas asal Inggris dan menjadi konvensi Bumi datar pertama di negara tersebut.


Dikutip dari Daily Mail, Rabu (2/5/2018), konvensi ini diadakan selama tiga hari di sebuah hotel di Birmingham, Inggris. Rencananya, akan ada sembilan pembicara yang membahas mengenai bentuk Bumi sebenarnya.


Menurut laporan, ada sekitar 200 pengunjung yang menghadiri konvensi tersebut. Adapun pengunjung yang menghadiri konvensi Bumi datar ini diharuskan membayar tiket masuk untuk tiga hari sebesar 107 poundsterling (Rp 2 juta).


Telegraph melaporkan, salah satu pembicara dalam konvensi Bumi datar itu adalah manajer National Health Service (NHS) Inggris bernama Dave Marsh. Ia menuturkan, sebenarnya gaya gravitasi itu tidak ada.


"Riset saya menghancurkan kosmologi big bang karena menunjukkan gagasan soal gravitasi itu tidak ada dan gaya yang sebenarnya ada di alam adalah elektromagnet," tuturnya.


Meski tak merinci riset tersebut, Marsh mengaku berhasil membuktikan sebenarnya tak ada planet yang bergerak. Ia memastikan hal itu dengan menggunakan kamera Nikon dan sebuah aplikasi.


Pembicara lain yang juga turut mengisi konvensi adalah Darren Nesbit, seorang musisi. Menurut Nesbit, Bumi sebenarnya berbentuk seperti berlian yang ditopang oleh sejumlah pilar.


"Saya tak mengatakan hal tersebut adalah pasti, tapi saya pikir itu model yang masuk akal," tuturnya. Adapun pandangan umum lain dari penganut Bumi datar menyebut Bumi sebenarnya berbentuk seperti piringan datar.





Konferensi yang membahas mengenai Bumi datar pertama kali digelar di North Carolina, Amerika Serikat. Ajang perdana yang diberi nama Flat Earth International Conference (FEIC) ini diadakan pada 9 dan 10 November 2017.


Ajang ini mengundang sejumlah pembicara yang memang telah lama dikenal sebagai pengikut paham Bumi datar. Salah satunya adalah Darryle Marble yang berupaya membuktikan bumi itu tidak bulat.


Ada pula Mark Sargent, kreator webseries di YouTube yang berjudul Flat Earth Clues. Ia mempercayai Bumi sebenarnya berbentuk kubah besar, seperti yang ditampilkan di film "Truman Show".


Konferensi ini diadakan oleh Kryptoz Media, yang kerap berargumen 'scientism' merupakan agenda buatan agar menjauhkan manusia dari Tuhan. Pembahasan dalam konferensi ini meliputi, 'NASA dan Kebohongan Luar Angkasa' atau 'Bumi Datar dalam Metode Ilmiah'.


Untuk informasi, pengikut paham Bumi datar mempercayai planet ini tak berbentuk bulat. Mereka berpendapat NASA dan badan ilmiah lain memalsukan foto dunia dari luar angkasa secara digital dan bersengkokol menyembunyikan kebenaran kalau Bumi itu datar.


Hingga saat ini, belum dapat diketahui jumlah orang yang mempercayai Bumi datar. Namun Flat Earth Society, organisasi tertua yang menganut paham Bumi datar, mengklaim sudah memiliki 555 anggota.


Rencananya, gelaran serupa akan kembali diadakan di Amerika Serikat, tepatnya di 15 hingga 16 November 2018. Penyelenggara memperkirakan akan ada 1.500 pengunjung yang mendatangi konferensi tersebut.



Selain konferensi, tak sedikit pula penganut Bumi datar yang langsung ingin menguji kebenaran paham tersebut. Salah satunya ditunjukkan oleh Mike Hughes asal Amerika Serikat yang membuat roket secara mandiri untuk membuktikan bentuk Bumi yang sebenarnya.

Pria berumur 61 tahun ini menuturkan aksinya ini merupakan tahap pertama dari program luar angkasa dari Bumi datar. Program ini sendiri disponsori oleh Research Flat Earth, kelompok yang percaya bahwa Bumi tak berbentuk bulat.


Nantinya, roket tersebut dapat meluncur dengan kecepatan hingga 800km/jam. Hughes menuturkan, roket ini dibuat dari beragam logam bekas yang ada di garasinya dan menghabiskan dana sekitar US$ 20 ribu.


Pria ini berencana untuk melakukan penerbangan ke atas Bumi dan mengambil foto. Lalu ia akan membuktikan bahwa para astronot selama ini berkonspirasi yang menyebut planet Bumi berbentuk bulat.


"Saya tak percaya ilmu. Saya mengetahui soal aerodinamika dan dinamika fluida, termasuk cara benda bergerak di udara. Namun, itu bukan ilmu dan hanya formula. Tak ada perbedaan antara ilmu dan fiksi sains," tuturnya.

sc : liputan6



Monday, April 30, 2018

Ucapkan Selamat untuk 'Avengers: Infinity War', Kocaknya Deadpool Curhat Pernah 'Ditolak' Iron Man



"Avengers: Infinity War" sukses memuncaki box office di pekan perdana penayangannya. Tak tanggung-tanggung, film garapan Anthony dan Joe Russo tersebut meraup pendapatan sebesar USD 250 juta (sekitar Rp 3,4 triliun). Pencapaian ini membuat "Avengers: Infinity War" menjadi film dengan pembukaan box office terbesar di dunia.

Tak hanya box office domestik, seri ketiga "The Avengers" tersebut juga berhasil memperoleh pendapatan sebesar USD 650 juta (sekitar Rp 8,9 triliun) secara global, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh "The Fate of the Furious" dengan USD 541,9 juta (sekitar Rp 7,5 triliun). 

Jumlah tersebut masih belum termasuk dari pasar terbesar Hollywood, Cina yang baru akan menyaksikan "Avengers: Infinity War" pada Mei mendatang.

Menanggapi kesuksesan ini, pemeran karakter Deadpool yakni Ryan Reynolds turut bergembira. Menariknya, suami Blake Lively ini memberikan ucapan selamat sembari curhat melalui sebuah unggahan di akun Twitter miliknya.

Dalam unggahan tersebut, Ryan menunjukkan foto sebuah surat yang berisi penolakan Tony Stark alias Iron Man (Robert Downey Jr.) ketika Deadpool mengajukan diri untuk bergabung dalam Avengers.



Source: Twitter

"Dari seorang laki-laki yang tak pernah tahu kapan harus berhenti. Aku senang kalian tidak pernah melakukannya. Selamat Avengers" cuit Ryan dalam keterangan unggahannya.

Di sisi lain, meski "Avengers: Infinity War" dan "Deadpool" sama-sama karya Marvel, namun karakter yang diperankan Ryan Reynolds tersebut masuk dalam lingkup film X-Men yang lisensinya dimiliki oleh Fox. Akan tetapi, hal tersebut bisa berubah bila terjadi kesepakatan baru antara Disney dan Fox.


Sementara itu, ini bukanlah pertama kalinya Ryan mengucapkan selamat kepada sesama superhero. Sebelumnya, aktor nyentrik ini pernah mengucapkan hal serupa pada Gal Gadot ketika "Wonder Woman" meraih kesuksesan pada tahun 2017 lalu, meskipun keduanya berasal dari rumah produksi yang berbeda.

Terlepas dari hal tersebut, saat ini Ryan tengah bersiap menjelang perilisan sekuel "Deadpool", yaitu "Deadpool 2". Seperti yang diketahui, "Deadpool 2" bakal menyapa penggemar pada 18 Mei mendatang.

Tak hanya menampilkan Ryan, film ini juga akan didukung oleh akting dari Josh BrolinT.J. MillerMorena Baccarin dan masih banyak lagi. "Deadpool 2" juga akan menjadi menjadi satu-satunya film X-Origin yang bakal tayang tahun ini. Hal ini dikarenakan jadwal perilisan dua film lainnya yakni "X-Men: Dark Phoenix" serta "The New Mutants" mendadak diundur oleh Fox.




sumber :wowkeren





Monday, April 23, 2018

Sampah di Pulau Komodo Jadi Perhatian Dunia



Kupang - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyoroti masalah sampah di Taman Nasional (TN) Komodo. Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abed Frans.

"Selama ini wisatawan asing memang paling mengeluh soal sampah di Komodo, masalahnya sekarang belum teratasi juga sehingga lembaga internasional UNESCO pun sudah mulai menyoroti," kata Abed Frans kepada Solopos.com di Kupang, Senin (23/4/2018).


Ia menjelaskan para wisatawan mengutarakan pengalaman mereka menyelam di perairan TN Komodopada tahun-tahun sebelumnya mendapati pemandangan yang berbeda dengan kondisi saat ini.

"Kasihan wisatawan yang spesialis menyelam dan berselancar, bukannya pemandangan bawah laut indah yang mereka dapati tapi malah sampah dan dampak kerusakan ekosistem yang dijumpai," katanya.


Abed khawatir jika persoalan ini tidak ditangani lebih serius pemerintah daerah maupun otoritas terkait, maka kerusakan lingkungan laut di kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba komodo (Varanus komodoensis) akan mencapai titik kritis.

"Karena ini bukan lagi persoalan sepele mengingat dunia pun sudah menyoroti, jika tidak diatasi maka dampak selanjutnya wisatawan akan berpindah ke lokasi selam atau berselancar lainnya," katanya.
Ia memastikan Asita sebagai bagian dari pelaku wisata siap membantu otoritas terkait untuk penanganan masalah sampah di TNK.

"Melalui perwakilan kami di Manggarai Barat bersama himpunan pramuwisata setempat siap membantu penanganan sampah ini," katanya.


sumber :liputan6, solopos.com

Wednesday, April 18, 2018

Pamer Kekuatan, China Gelar Latihan Militer di Selat Taiwan



 China menggelar latihan militer dan simulasi bersenjata (live-fire drill) di Selat Taiwan pada Rabu, 18 April 2018, menurut laporan media pemerintah Negeri Tirai Bambu.

Latihan pertama yang dilaksanakan sejak tahun 2016 itu selalu memiliki pesan geopolitik tersirat: memamerkan perkembangan kekuatan Angkatan Laut China tepat di muka zona kemaritiman Taiwan, guna menajamkan seteru kedaulatan antara kedua negara.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya negaranya. Di sisi lain, Formosa (nama tradisional Taiwan) mendeklarasikan diri sebagai pemerintahan yang berdaulat.

Simulasi tempur itu dilaksanakan di wilayah dua mil persegi di kawasan gugus kepulauan lepas pantai Quanzhou, Provinsi Fujian, China.

Lokasi latihan itu hanya berjarak sekitar 201 km dari Kota Hsinchu, lepas pantai barat Taiwan.
Liu Jieyi, Taiwan Affairs Office --lembaga pemerintah China -- mengatakan pada awal pekan ini bahwa latihan itu dimaksudkan untuk menguatkan kedaulatan Negeri Tirai Bambu.

"Latihan militer itu kami lakukan untuk melindungi kedaulatan tanah air dan integritas teritorial kami," kata Liu seperti dikutip dari The New York Times (19/4/2018).

China telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan dalam beberapa bulan terakhir. Di sisi lain, Amerika Serikat telah mengambil langkah untuk menunjukkan dukungan bagi Formosa -- di mana keduanya merupakan sekutu lama.

Latihan yang dilaksanakan pada hari Rabu kemungkinan besar direncanakan jauh sebelumnya. Tapi, gelaran itu terlaksana pada saat yang sama ketika Amerika Serikat dan Tiongkok semakin berselisih atas sejumlah masalah selain Taiwan, khususnya perdagangan alias US - China Trade War.

sumber :Liputan6

Universitas Di Korsel Diboikot karena kembangkan robot pembunuh manusia

Perkembangan teknologi semakin menjadi-jadi akhir-akhir ini. Meskipun perkembangan tersebut bisa membawa kemajuan, tapi tak sedikit pula yang malah mengancam kehidupan manusia. Salah satunya adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Baru-baru ini, Elon Musk, CEO SpaceX, memperingatkan bahwa Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ini bisa sangat membahayakan. Ia mengatakan bahwa AI bisa menjadi "diktator abadi".

Menyusul peringatan tersebut, para ahli AI juga menjadi skeptis terhadap penggunaannya. Pemikiran tersebut muncul usai sekelompok ahli memilih untuk memboikot sebuah Universitas di Korea Selatan. Diketahui, universitas tersebut juga menjalin kemitraan dengan produsen senjata.

Korea Advanced Institue of Science and Technology (KAIST), menerima surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh lebih dari 50 ahli AI. Surat peringatan tersebut muncul setelah KAIST mengumumkan akan membuat pusat penelitian gabungan bersama Hanhwa Systems.

Hanwa sendiri diketahui telah mengembangkan senjata berupa robot penjaga yang berpatroli di perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Tidak hanya itu, menurut media The Verge, mereka juga telah membangun bom tandan yang ditentang oleh banyak negara besar.

Kerjasama yang terjalin antara keduanya dikhwatirkan akan menciptakan sebuah robot militer tanpa pengendali. Ditakutkan, robot tersebut bisa melakukan serangan balik pada manusia saat sistem mereka merasa terancam.

Meski sudah membantah pembuatan robot pembunuh tersebut, pembicaraan mengenai kerjasama ini masih akan dibawa ke PBB. Sejumlah 123 negara anggotanya akan membahas mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh robot pembunuh dan senjata otonom mengerikan ini.

Jika sungguh dikembangkan, bukan tidak mungkin senjata otonom ini akan membuat perang berlangsung lebih cepat, sekaligus dengan skala yang lebih besar. Jika kotak pandora ini sudah dibuka, akan sulit untuk ditutup kembali. Mengerikan, ya?

sumber ;wowkeren


Ciptakan mesin bunuh diri, ilmuan ini dikecam

Perkembangan teknologi semakin menjadi-jadi akhir-akhir ini. Meskipun perkembangan tersebut bisa membawa kemajuan, tapi tak sedikit pula yang malah mengancam kehidupan manusia.

tidak sedikit kemajuan teknologi yang sulit dipahami dan bahkan menimbulkan kontroversi. Salah satunya yang dipamerkan dalam acara bertema pemakaman di Amsterdam. 

Mesin bernama "Sarco" diperkenalkan oleh seorang pria dari Australia yang berumur 70 tahun ini. Mesin tersebut dirancang untuk membuat penggunanya bisa meninggal dunia dengan "damai"

Diketahui, penemu Sarco, Philip Nitschke, merupakan seorang pejuang euthanasia. Kalau kamu belum tahu, euthanasia merupakan sebuah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang tidak menimbulkan rasa sakit. Biasanya, permohonan euthanasia ini diajukan oleh orang-orang dengan penyakit parah yang sudah tidak memungkinkan untuk bisa sembuh.

Mesin 3 dimensi ini sengaja diluncurkan Philip atau juga dikenal dengan Dr. Death. Menurutnya, akan sangat mendamaikan jika kita bisa memilih di mana kita ingin meninggal dunia. Philip juga mengatakan bahwa alat yang diciptakannya ini bisa membuat penggunanya merasakan "kemenarikan" dari sensasi meninggal dunia.

"Bagaimana kalau kita berani membayangkan bahwa hari terakhir kita di planet ini mungkin juga jadi salah satu yang paling menarik?" ujar Philip dilansir Dailymail pada Rabu (18/4). "Alat ini dapat diangkut di mana pun seseorang memilih, misalnya menghadap Rockies atau menghadap Samudera Pasifik. Seperti yang sudah aku katakan di pameranku, 'Kamu hanya akan mati sekali, jadi kenapa tidak mati dengan cara yang terbaik?'" 


Menurut Philip, cara kerja alat ini sangat mudah. Hanya dalam sekali memencet tombol, penggunanya bisa langsung meninggal dunia dengan "damai". Ketika sebuah tombol di Sarco dipencet, alat yang berbentuk seperti kapsul ini akan dipenuhi dengan nitrogen. Hal itu membuat seseorang yang berada di dalamnya akan kehilangan kesadaran dalam satu menit. Setelah itu, dalam lima menit, ia akan benar-benar meninggal dunia.

Namun, mesin ini mendapatkan berbagai respon kemarahan dan kritikan pedas dari berbagai pihak. Hal itu terjadi lantaran Sarco dianggap sudah sangat mengerikan dan mengagungkan bunuh diri. Salah satu yang mengaku geram dengan ide ini adalah seorang politisi Belanda, Kees an der Staaij.

"Ini benar-benar mengerikan," ujar Kees. "Kami semua bersama-sama mencoba melakukan segalanya untuk mencegah bunuh diri dan kemudian Anda meluncurkan mesin bunuh diri di pameran pemakaman seperti ini layaknya hal normal. Bunuh diri tidak bisa dijadikan promosi seperti ini. Membantu bunuh diri merupakan tindak pidana di Belanda."

Di sisi lain, Philip merencanakan agar alat ini bisa dikenal di seluruh dunia. Alat yang ia ciptakan bersama dengan Alexander Bannick ini juga akan ia uji cobakan dengan menggunakan kacamata virtual terlebih dahulu.

Lewat kacamata virtual tersebut, penggunanya bisa merasakan bagaimana sensasi meninggal dunia yang digemborkan Philip lewat alat bernama Sarco ini. Jadi, bagaimana pendapatmu soal ide meninggal dunia memakai Sarco yang diajukan oleh Philip ini?

sumber ;wowkeren

Tuesday, June 6, 2017

Berupaya Halangi Muslim Uighur Berpuasa, Pemerintah Tiongkok Lakukan Ini


Monday, May 29, 2017

Pertempuran di Marawi Filipina, Umat Islam Lindungi Warga Kristen dari Militan


Tuesday, May 16, 2017

Remaja India Bikin Satelit Teringan di Dunia yang Diakui NASA


Thursday, May 11, 2017

'Perang' Antargeng Yakuza Terjadi Lagi, Penembakan di Tengah Jembatan Matsudo Jepang


Wednesday, May 10, 2017

Belanda Upayakan Pembebasan Ahok


India Siap Bangun Kapal Induk Tenaga Nuklir Yang Mampu Berlayar 20 Tahun Nonstop


Tuesday, May 9, 2017

Ancamann Dari Iran, Hancurkan Arab Saudi, Sisakan Mekah dan Madinah


Friday, May 5, 2017

Militer Korea Utara Rekrut Siswi SMP Untuk Puaskan Hasrat Seksual


Tuesday, May 2, 2017

Donald Trump Ingin Temui Kim Jong Un


Intip Horornya Kondisi penjara Di Korea Utara, Diperlakukan Layaknya Hewan


Monday, May 1, 2017

Suasana Makin Memanas, Rusia Turun Tangan Selesaikan Konflik Di Semenanjung Korea


Sunday, April 30, 2017

Korea Utara Minta Bantuan Negara Asean